Malaysia memungkinkan pembeli asing memiliki properti tertentu secara penuh (freehold) dengan struktur hukum dan kepemilikan yang jelas.
Malaysia tidak mengenakan pajak kekayaan maupun pajak warisan atas properti, sehingga efisien untuk kepemilikan dan perencanaan aset jangka panjang.
Beberapa proyek hunian Malaysia yang dikurasi FAR Capital berhasil menunjukkan potensi hasil sewa hingga 6-10% per tahun.
Properti di Malaysia berada pada valuasi yang lebih rasional dibandingkan pasar Singapura (±1 : 3,3 SGD–MYR) dengan kualitas hunian dan infrastruktur yang kompetitif.
Properti di Malaysia secara historis menunjukkan potensi kenaikan nilai di kisaran ±5–8% per tahun didukung oleh pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan.
Konektivitas Johor Bahru–Singapore sekitar 7 menit akan meningkatkan mobilitas lintas negara dan memperkuat daya tarik kawasan sekitarnya.



RIRI — Kuala Lumpur (20% OFF)
DIMM — Damansara (24% OFF)
ABBY — Bukit Bintang (45% OFF)
WEIZAA — Bukit Jalil (25% OFF)
FERRA — Penang (18% OFF)
MARIE - Johor Bahru
Tanpa tekanan. Tanpa mempengaruhi keputusan. Hanya panduan yang jelas dan profesional.

Jelajahi FAQs kami di sini untuk mengetahui semua informasi yang dibutuhkan.
Ya. Warga negara Indonesia dapat membeli properti di Malaysia dengan ketentuan tertentu, yang akan dijelaskan secara jelas saat konsultasi.
Ya. Seluruh proses ditangani oleh tim FAR Capital Malaysia sesuai regulasi yang berlaku.
Tidak selalu. Banyak tahapan dapat dibantu secara remote, tergantung struktur transaksi.
Ya. FAR Capital akan mendampingi dari tahap awal hingga kepemilikan properti.
Tidak. Konsultasi awal gratis dan tidak mengikat keputusan pembelian.