
Bagaimana Nasib Bonus Demografi ? Anak Muda Indonesia Jadi yang Termiskin di Asia?
Generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam hal pengelolaan keuangan. Kurangnya literasi keuangan membuat banyak anak muda kesulitan merencanakan masa depan. Mereka cenderung mengikuti tren tanpa mempertimbangkan dampaknya, yang berujung pada kebiasaan konsumtif dan rentan terhadap impulsive buying.
Menurut laporan World Economic Outlook dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2024, Indonesia masuk dalam daftar negara dengan PDB per kapita terendah di Asia Tenggara. Berikut adalah lima negara dengan PDB per kapita terendah di kawasan ini:
Indonesia sendiri berada di posisi ketujuh, dengan PDB per kapita sebesar US$ 5.270 (sekitar Rp 79 juta). Indonesia berada tepat di bawah Vietnam, yang memiliki PDB per kapita sebesar US$ 4.622 (sekitar Rp 69,3 juta).
Salah satu alasan utama di balik lemahnya kondisi finansial anak muda Indonesia adalah kebiasaan impulsive buying. Ini adalah tindakan membeli barang atau jasa tanpa perencanaan yang matang, seringkali didorong oleh faktor emosional atau visual seperti diskon besar, promosi menarik, atau tampilan produk yang menggoda. Fenomena ini sangat umum, terutama di era belanja online yang semakin mudah diakses.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, generasi muda Indonesia berpotensi terjebak dalam kemiskinan, bahkan bisa memperburuk posisi Indonesia di tingkat PDB per kapita Asia Tenggara.
Untuk menghindari jebakan impulsive buying, generasi muda perlu meningkatkan literasi keuangan dan menerapkan perencanaan yang lebih matang dalam pengeluaran. Penasaran dengan tips lengkapnya? Simak artikel kami selanjutnya!