
Cicilan sering kali menjadi sumber stres utama bagi banyak orang. Dari cicilan kartu kredit, kendaraan, hingga KPR, semuanya bisa membuat seseorang merasa tercekik jika tidak dikelola dengan baik. Namun, menariknya ada segelintir orang yang tetap bisa menikmati hidup meskipun memiliki tanggungan. Apa rahasianya? Mereka telah lebih dulu melakukan financial screening.
Secara sederhana, financial screening adalah proses untuk memahami kondisi keuangan secara menyeluruh. Proses ini membantu seseorang mengenali apakah keuangan sehat, cukup sehat, atau justru sedang dalam masalah.
Dengan financial screening, seseorang mendapatkan gambaran utuh tentang posisi keuangannya. Hal ini dapat membantu untuk membuat keputusan finansial yang lebih bijak, seperti kapan harus mulai menabung, kapan saat yang tepat untuk investasi, atau bahkan kapan harus menahan diri dari utang.
Selain itu, financial screening juga membantu menciptakan hubungan yang sehat dengan uang, sehingga lebih sadar akan batas kemampuan dan tidak mudah tergoda membeli hal-hal yang tidak diperlukan. Kebiasaan finansial ini penting untuk jangka panjang, terutama jika memiliki tujuan keuangan tertentu, seperti membeli rumah, mempersiapkan pendidikan anak, atau merencanakan pensiun.
Yang tak kalah penting, dengan financial screening kalian juga bisa tahu apakah terjadi data breach atau tidak. Layanan ini akan menunjukkan seluruh riwayat cicilan dan pengajuan finansial atas nama kalian. Jadi kalau menemukan cicilan atau pinjaman yang aneh dan tidak pernah diajukan, kalian bisa langsung menindaklanjutinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyediakan layanan bernama SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Berikut cara mudah melakukan financial screening melalui layanan SLIK OJK secara online maupun offline.
Pertama, akses situs OJK dengan cari di Google dengan kata kunci “SLIK Online OJK”. Biasanya, halaman yang kalian cari langsung muncul di bagian atas.
Setelah masuk ke halaman SLIK, kalian akan diminta mengisi formulir permohonan. Data yang perlu dipersiapkan adalah nama lengkap sesuai KTP, nomor KTP atau paspor jika kalian WNA dan email aktif sebagai media untuk mengirimkan hasilnya.
Biasanya, kalian juga diminta untuk mengunggah KTP dan dokumen pendukung lain, seperti surat kuasa, kalau data ini dicek oleh orang lain misalnya pengacara atau kerabat dengan format PDF atau JPEG sesuai ketentuan di situs.
Setelah data diunggah, tim OJK akan mengecek permohonan kalian. Ingat, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 1-3 hari kerja, jadi dimohon untuk bersabar.
Kalau semuanya lancar, hasil SLIK akan dikirimkan ke email kalian. Hasil ini berupa dokumen yang memuat skor kredit dan detail riwayat pinjaman kalian.
Pertama, cari tahu lokasi kantor OJK yang menyediakan layanan SLIK. Kalian pun bisa cek daftarnya di situs resmi OJK.
Pastikan kalian membawa beberapa dokumen, seperti KTP (untuk WNI) atau paspor (untuk WNA). Lalu, siapkan juga surat kuasa kalau permohonan ini diwakilkan. Terakhir, bawa juga dalam bentuk fotokopi yang biasanya diperlukan untuk arsip.
Sesampainya di kantor OJK, langsung ambil nomor antrian. Jangan lupa cek jadwal layanan karena biasanya ada waktu khusus untuk layanan SLIK.
Petugas OJK akan memberikan formulir yang harus kalian isi. Kemudian, lengkapi data yang diminta dengan benar supaya prosesnya cepat.
Setelah data diverifikasi, petugas akan mencetak hasil SLIK. Kalian bisa langsung membawa hasilnya pulang untuk keperluan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Setelah mendapatkan laporan hasil financial screening, langkah berikutnya adalah mengevaluasi pola pengeluaran. Coba periksa, apakah pengeluaran kalian lebih besar dari pemasukan? Apakah ada pos yang sebenarnya bisa dikurangi? Jika sudah, mulailah dengan mengelompokkan pengeluaran ke dalam kategori seperti kebutuhan pokok, cicilan, tabungan, investasi, dan hiburan. Dari sini, kalian bisa melihat apakah ada ketidakseimbangan dalam alokasi keuangan yang perlu diperbaiki.
Selanjutnya, tentukan prioritas berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Jika utang terlalu besar, fokuskan untuk melunasinya terlebih dahulu. Jika pengeluaran hiburan terasa berlebihan, pangkas sebagian dan alihkan anggarannya untuk hal yang lebih penting, seperti tabungan atau dana darurat. Terakhir, buat rencana keuangan baru yang lebih sehat dan terukur. Misalnya, tetapkan batas untuk pengeluaran hiburan, alokasikan sebagian pemasukan untuk tabungan atau investasi, dan susun target realistis untuk melunasi utang
Pada akhirnya, dengan memahami kondisi keuangan secara menyeluruh, kalian bisa membuat keputusan yang lebih bijak, terhindar dari stres karena cicilan, dan membuka peluang untuk investasi yang lebih menguntungkan.
Namun, memahami keuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Penting untuk terus belajar dari sumber terpercaya, salah satunya gabung ke komunitas FAR Capital Indonesia,yaitu Indonesia Property and Deals. Di sana, kalian bisa belajar langsung dari pengalaman nyata, diskusi bareng, dan dapat insight mengelola keuangan pribadi sekaligus memperluas peluang investasi lewat properti.