
Di tengah kenaikan harga properti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Maret 2025 KPR menyumbang sekitar 10,16% dari total kredit perbankan nasional serta sejumlah survei properti Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa KPR masih menjadi metode utama masyarakat untuk membeli rumah di pasar primer. Fakta ini menunjukkan betapa pentingnya KPR sebagai jalur utama untuk mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Namun, tidak semua pengajuan KPR berjalan mulus. Banyak faktor yang menyebabkan bank menolak pengajuan KPR kamu. Untuk itu, penting untuk mengetahui penyebab penolakan KPR agar kamu dapat mengantisipasinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat pengajuan KPR ditolak bank beserta cara mengatasinya.
Skor kredit atau status kolektabilitas adalah faktor utama yang dipertimbangkan oleh bank saat menilai pengajuan KPR. Skor kredit dan Status Kolektabilitas mencerminkan riwayat kedisiplinan keuangan seseorang, seperti pembayaran cicilan utang sebelumnya, kartu kredit, dan pinjaman lainnya. Jika kamu memiliki riwayat pembayaran yang buruk atau pernah mengalami kredit macet, bank akan menilai pemohon sebagai peminjam yang berisiko tinggi.
Tips mengatasi: Kalau kamu memiliki skor kredit atau kolektabilitas yang buruk, langkah pertama adalah melunasi utang-utang kecil dan mulai membayar cicilan tepat waktu. Namun, jika nggak ada utang tapi skor kredit masih buruk, coba mulai pakai kartu kredit dengan bijak dan bayar tagihannya tepat waktu. Hal ini bakal menunjukkan kalau kamu bisa mengelola kredit dengan baik. Bank biasanya lebih percaya dan mau kasih pinjaman ke pemohon yang terlihat bertanggung jawab secara finansial.
Salah satu syarat penting dalam pengajuan KPR adalah memiliki pendapatan yang mencukupi untuk membayar cicilan bulanan. Bank akan menghitung rasio cicilan terhadap penghasilan kamu (Debt Service Ratio). Jika cicilan melebihi 60-65% dari total pendapatan bulanan, pengajuan kamu berpotensi ditolak.
Tips mengatasi: Pastikan kamu menghitung kemampuan finansial sebelum mengajukan KPR. Bank umumnya menyarankan agar cicilan bulanan tidak lebih dari 50% dari total pendapatan bersih bulanan sang pemohon. Jika masih kurang memadai, kamu bisa mencari side hustle agar dapat menghasilkan penghasilan tambahan.
Bank sangat memperhatikan status pekerjaan pemohonnya. Jika kamu bekerja dengan sistem kontrak, misalnya sebagai freelancer yang tidak memiliki pendapatan tetap, bank cenderung menilai pemohonnya sebagai peminjam dengan risiko tinggi. Bank lebih memilih pemohon yang memiliki pekerjaan tetap atau telah bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama,setidaknya bisa menutupi jangka waktu cicilan yang diajukan.
Tips mengatasi: Jika kamu seorang pekerja lepas, pastikan harus memiliki riwayat penghasilan yang stabil dan dapat menunjukkan bukti penghasilan selama beberapa tahun terakhir. Pengajuan KPR juga lebih mungkin disetujui jika kamu memiliki rekening tabungan yang menunjukkan pola penghasilan yang baik.
Usia juga menjadi pertimbangan penting dalam pengajuan KPR. Biasanya, usia minimum untuk pengajuan KPR adalah 21 tahun, dan ada batas maksimum saat pelunasan KPR, yaitu sekitar 55-65 tahun yang tergantung dengan bank. Jika usia kamu tidak sesuai kriteria, kemungkinan besar pengajuan akan ditolak.
Tips mengatasi: Pastikan kamu mengajukan KPR dalam usia produktif, dan jika usianya mendekati batas maksimum, pertimbangkan untuk memilih tenor yang lebih pendek.
Bank membutuhkan dokumen lengkap seperti KTP, NPWP, slip gaji, surat keterangan kerja, dan dokumen pendukung lainnya untuk mengevaluasi pengajuan KPR. Ketidaklengkapan atau bahkan kekurangan satu dokumen saja akan menyebabkan pengajuan ditolak.
Tips mengatasi: Kamu harus sangat cermat dalam mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan sebelum mengajukan KPR. Buat checklist dan periksa kembali semua dokumen untuk menghindari kesalahan saat pengajuan berlangsung.
Jadi, KPR memang solusi paling umum untuk punya rumah, tapi kamu tetap perlu persiapan matang biar pengajuanmu nggak ditolak. Mulai dari skor kredit, penghasilan, status kerja, hingga kelengkapan dokumen, semuanya harus diperhatikan.
Nah, biar kamu lebih siap dan nggak jalan sendiri, yuk gabung ke komunitas FAR Capital, Indonesia Property and Deals. Di sana kamu bisa belajar bareng tentang keuangan, strategi beli rumah, dan peluang investasi properti langsung dari para praktisi dan mentor properti berpengalaman.